Bekerja sama BPBD Bantul, SMK Muhammadiyah Imogiri menuju Sekolah Siaga Bencana

SMK Muhim, 29 November 2019

SMK Muhammadiyah Imogiri berada di kecamatan Imogiri. Secara geografis berada di kaki pegunungan seribu, menjadi daerah aliran sungai dari beberapa sungai besar, sungai Celeng, sungai Opak dan sungai Oya. Dua tahun terakhir Imogiri menjadi sasaran banjir besar akibat meluapnya sungai sungai tersebut.

Data dari Badan Geologi dari geologis, Imogiri berada di atas patahan lempeng/sesar opak yang menjadi pemicu gempa tahun 2006 melanda wilayah Bantul dan sekitarnya. Gempa tahun 2006 SMK Muhammadiyah Imogiri termasuk terdampak gempa dengan tingkat kerusakan sangat berat. Melihat posisi geologis wilayah Imogiri tersebut, bukan tidak mungkin suatu saat terjadi lagi.

Berawal posisi wilayah Imogiri yang termasuk daerah rawan bencana dan belajar dari pengalaman bencana gempa dan banjir yang pernah melanda wilayah Imogiri, menjadi pemikiran SMK Muhammadiyah Imogiri untuk memperhatikan penanggulangan bencana melalui pelaksanaan strategi pengarusutamaan pengurangan risiko bencana di sekolah dengan kegiatan Sekolah Siaga Bencana (SSB). SSB adalah program berbasis sekolah dalam rangka membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah tempat sekolah berada.. Program ini bertujuan menggugah kesadaran seluruh unsur warga sekolah, baik individu maupun kolektif, di sekolah dan lingkungan sekolah agar memahami dan siap menghadapi bencana yang mungkin terjadi. Kepala SMK Muhammadiyah Imogiri Sabarudin Ahmad, S.Pd.T menyampaikan melalui SSB sekolah membangun budaya siaga bencana dan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanganan bencana dan sebagai  pendidikan kesiapsiagaan dan ketangguhan menghadapi bencana perlu sejak dini.

Mewujudkan SMK Muhammadiyah Imogiri menuju Sekolah Siaga Bencana, oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Bantul,  SMK Muhammadiyah Imogiri ditunjuk menjadi salah satu sekolah Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) tahun 2019 Bantul, secara resmi ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Siaga Bencana oleh Bupati Bantul.

Yuk waspada bencana!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *